Port Team: Tahap Setting Baseline dan Target Port Time Tahun 2010

Saat ini Tim Transformasi Pelabuhan yang tergabung dalam Korpel Implementasi Strategi Perkapalan (ISP) sudah mulai memasuki tahapan Setting KPI setiap fungsi yang terlibat dalam loading/discharge cargo di pelabuhan.

Dalam menentukan Target dan Baseline di setiap pelabuhan dengan karakteristik yang berbeda-beda, Tim Transformasi Pelabuhan bekerja sama dengan Unit terkait (RU dan S&D) dalam memetakan setiap perhitungan waktu  sub proses hingga  pada akhirnya diakumulatifkan menjadi Integrated Port Time (IPT).

Tahapan tersebut dimulai dengan menganalisa data yang diambil dari sumber data awal seperti Port Time data, Jetty Log Sheet dan data VMIS dengan mempertimbangkan beberapa kemungkinan pengurangan waktu  penungguan, upaya mengoptimalkan kemampuan pompa kapal/penerimaan darat dan mempertimbangkan lama waktu dispensasi.

1. Identifikasi Target Pelabuhan

Improvement yang dilakukan dalam rangka penurunan IPT dilakukan bertahap. Untuk mencapai nilai IPT aktual sesuai dengan IPT standar diperlukan dukungan penuh dari fungsi-fungsi dalam skala besar yaitu PKP, S&D, RU, ISC dan Terminal lokasi.

Sehubungan dengan keterbatasan-keterbatasan yang dimiliki oleh masing-masing fungsi tersebut di atas, maka diperlukan target IPT. Penentuan target IPT ini dilakukan tahunan sebagai dasar kinerja yang ingin dicapai di tahun tersebut dalam rangka mencapai Pelabuhan Pertamina Berskala Dunia (World Class Pertamina Port).

Penentuan ini dilakukan dengan cara melakukan performance dialogue antar fungsi yang terlibat dalam IPT kemudian dibahas penurunan waktu yang ditargetkan untuk dicapai.

Sebagai contoh :

  1. Pelabuhan Dumai dalam kurun waktu 1 tahun terdapat rata-rata waiting pilot per call adalah 3 jam. Maka berdasarkan justifikasi marine lokasi bahwa akan ada penambahan jumlah pilot Pelindo maka estimasi akan mengurangi waiting menjadi 1.5 jam, maka 1.5 jam adalah target pengurangan waiting pilot.
  2. Pelabuhan Plaju dalam kurun waktu 1 tahun terdapat rata-rata waiting line per call adalah 5 jam. Dengan pemasangan metering di Sungai Gerong diestimasikan terjadi penurunan waiting line menjadi 3 jam, maka 2 jam adalah target waktu pengurangan waiting line.

Apabila proses dilakukan dengan benar maka didapatkan angka IPT target berada di antara IPT baseline dengan IPT standard.

2. Methodology For Analysis & Setting Target

Salah satu dasar dalam pengukuran kinerja di sebuah pelabuhan MIGAS Pertamina adalah ketepatan waktu antara perencanaan dengan aktual. IPT baseline adalah IPT historis yang terjadi di pelabuhan tesebut selama kurun waktu 10 bulan terakhir (Januari s/d Oktober) mencakup adanya waiting jetty, waiting ullage, waiting tug boat, waiting pilot, dll, serta memasukkan keterbatasan sarana dan fasilitas pelabuhan. Sebagai contoh, untuk pengukuran kinerja IPT pelabuhan Tanjung Priok pada tahun 2010 maka dihitung IPT Pelabuhan Tanjung Priok pada Bulan Januari s/d Desember 2009 sebagai baseline untuk 2010.

Pengukuran baseline tidak berdasarkan jetty dan juga bukan per tipe produk, namun per pelabuhan. Artinya satu pelabuhan mempunyai satu buah baseline, dimana setiap tahun yang akan direvisi untuk tahun berikutnya.

Baseline IPT di pelabuhan dihitung hanya untuk kapal-kapal charter dan kapal milik Pertamina, dan mengeluarkan perhitungan IPT kapal-kapal keagenan (spot vessel) dan industrial vessel.

Metode perhitungan:



<!–[if gte msEquation 12]>IPTbaseline 2010= i=JanDesIPT2009 i=JanDescall2009<![endif]–>

Tinggalkan komentar

Filed under 2. Ports

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s