BUDAYA KESELAMATAN

Suatu organisasi dengan budaya keselamatan akan memberikan prioritas utama kepada keselamatan dan sadar bahwa keselamatan harus dikelola sebagaimana kegiatan bisnis lainnya. Dalam industri pelayaran, budaya keselamatan sudah harus mengakar dalam profesionalisme para pelautnya.

Budaya ini tidak sekadar untuk menghindari kecelakaan-kecelakaan atau mengurangi jumlah kecelakaan yang terjadi, meskipun tindakan ini bisa digunakan sebagai barometer untuk mengukur keberhasilannya. Dalam kaitannya dengan pengoperasian Kapal, budaya ini berarti melakukan sesuatu yang benar dalam .waktu yang tepat ketika harus merespons situasi-situasi normal maupun darurat. Mutu dan efektifitas dari pelatihan memainkan bagian yang penting dalam menentukan perilaku dan kinerja; profesionalisme para pelaut akan terlihat saat mereka melakukan pekerjaan yang menjadi tugasnya. Sikap yang diperlihatkan selanjutnya oleh mereka sebagian besar akan dibentuk oleh “budaya” atau kebiasaan dari perusahaan itu. Kunci untuk mencapai budaya keselamatan terdapat dalam:

  • Pengenalan bahwa kecelakaan-kecelakaan bisa dihindari dengan mengikuti prosedur-prosedur yang benar dan praktek-praktek kerja terbaik yang telah ditetapkan;
  • Terus-menerus memikirkan keselamatan; Budaya keselamatan atau safety culture adalah suatu kebiasaan dalam kelompok masyarakat yang selalu mengutamakan keselamatan di atas segala-galanya terus-menerus berusaha melakukan perbaikan/peningkatan.

Terjadinya kecelakaan jenis baru di kapal merupakan suatu hal yang relatif tidak biasa atau sangat langka dan kebanyakan kecelakaan yang terjadi seringkali diakibatkan oleh tindakan­-tindakan tidak aman yang dilakukan oleh para pelaut itu sendiri. Tindakan-tindakan yang keliru ini seringkali merupakan pelanggaran-pelanggaran atau penyimpangan terhadap praktek-praktek kerja yang aman atau terhadap aturan yang sudah ditetapkan, yang sesungguhnya bisa dihindari pada saat itu juga. Mereka yang melakukannya seringkali sudah menyadari akibat dari kesalahan-kesalahan yang mereka lakukan. Mereka kebanyakan mengambil jalan pintas yang seharusnya tidak boleh dilakukan. Kebanyakan dari mereka ini umumnya sudah menerima pelatihan untuk menghindari kecelakaan yang mungkin bisa terjadi, namun nyatanya kecelakaan masih tetap terjadi karena adanya budaya atau kebiasaan dalam organisasi yang memberi kelonggaran-kelonggaran untuk melakukan penyimpangan atas prosedur yang ada, yang risikonya sudah diperhitungkan sebelumnya (calculated risks).

Tantangan bagi para pelatih dalam pelatihan dan para manajer di darat maupun di kapal adalah bagaimana untuk memperkecil dilakukannya tindakan-tindakan atau praktek-praktek kerja yang tidak aman ini, bagaimana menanamkan bukan saja keterampilan-keterampilan namun juga perilaku-perilaku yang diperlukan untuk memastikan sasaran-sasaran keselamatan bisa terpenuhi. Sasarannya haruslah mampu membuat para awak kapal terinspirasi untuk memberlakukan aturan (yang benar) dalam dirinya sendiri secara ketat dan efektif dan mendorong masing­-masing orang untuk dengan sendirinya melakukan praktek-praktek kerja terbaik yang telah ditetapkan. Prinsip-prinsip keselamatan yang sudah dikenal secara internasional dan peraturan perlindungan atas praktek-praktek kerja yang terbaik dari industri seharusnya telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari standar-standar pribadi yang dimiliki oleh masing-masing awak kapal. (edj)

(Sumber: http://www.imo.org, diterjemahkan oleh IMarE edisi 2009-2(42) November)

1 Komentar

Filed under 1. Shipping

One response to “BUDAYA KESELAMATAN

  1. Rian

    Betul bahwa budaya dibentuk dari suatu kebiasaan. Namun juga dibutuhkan kedisiplinan dan komitmen untuk menjaga agar budaya dapat berjalan secara berkesinambungan. Adanya safety pause pada setiap awal meeting/ event dimulai, akan membentuk rasa “sadar keselamatan” pada diri masing-masing pekerja.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s