REFLAGGING

Reflagging merupakan usaha penggantian bendera kapal dari bendera asing menjadi bendera Indonesia. Program ini muncul terkait dengan dikeluarkannya Azas Cabotage berdasarkan Inpres No. 5/2005, 28 Maret 2005 dan UU No. 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran (7 Mei 2008). Dalam UU tersebut tercantum aturan pemerintah terkait pengoperasian kapal tanker pada Januari 2010 yang  mengatakan bahwa di tahun 2010 kapal-kapal berbendera asing dilarang mengangkut penumpang dan/atau barang antarpulau atau antarpelabuhan di wilayah perairan Indonesia. Dengan demikian kapal-kapal yang beroperasi di Indonesia harus berbendera Indonesia, dimiliki (kepemilikan mayoritas oleh orang Indonesia), dan diawaki oleh orang Indonesia. Peraturan tersebut berlaku untuk semua kapal yang beroperasi di Indonesia, tanpa terkecuali kapal-kapal yang dioperasikan oleh Pertamina.

Dengan adanya ketentuan tersebut, terhitung mulai tanggal 1 Januari 2010 kapal Charter Pertamina yang masih berbendera asing tidak diperkenankan untuk mendistribusikan BBM ke seluruh Indonesia. Akibatnya akan timbul banyak depot kritis dan kelangkaan BBM di tanah air karena tonase kapal akan jauh berkurang. Atas dasar tersebut, kapal-kapal berbendera asing yang disewa Pertamina harus melakukan reflagging, sehingga pada 1 Januari 2010 nanti mereka tetap dapat beroperasi di Indonesia dan pendistribusian serta stok BBM di Indonesia tidak terganggu.

Dari 165 kapal yang dioperasikan oleh Pertamina, 130 di antaranya merupakan kapal Charter dan masih sekitar 47 kapal Charter yang berbendera asing. Kapal-kapal inilah yang menjadi target untuk reflagging. Reflagging berlangsung melalui proses negosiasi dengan para pemilik kapal dan proses lelang. Kapal yang tidak bersedia mengganti benderanya tidak akan disewa lagi oleh Pertamina. Untuk mengganti kapal-kapal tersebut dilakukanlah proses tender untuk mendapatkan kapal lain yang bersedia berbendera Indonesia.

Reflagging yang dimulai pada bulan Mei 2009 sampai saat ini sudah menunjukkan perkembangan yang baik. Pada awal pelaksanaan reflagging terdapat 47 kapal yang harus menjalani penggantian bendera. Hingga saat ini masih tersisa 13 kapal untuk menjalani reflagging. Tim reflagging cukup optimis pada akhir Desember 2009 seluruh kapal yang dioperasikan Pertamina dapat berbendera Indonesia.

Kondisi pasar yang sedang turun menjadikan reflagging sebuah momentum yang tepat untuk melakukan proses pengadaan untuk mendapatkan kapal (mem-fix kapal). Dengan kondisi tersebut, dalam proses pengadaan ini Perkapalan bisa mendapatkan harga kapal yang lebih baik dan penurunan port charges karena kapal sudah berbendera Indonesia. Sampai dengan bulan Oktober 2009 Perkapalan berhasil melakukan penghematan sebesar US$ 94 M yang didapatkan dari realisasi pengadaan kapal dan dari pengambilan Opsi Charter sampai bulan September 2009 didapatkan saving sebesar Rp. 24 M. (cr)

Tinggalkan komentar

Filed under 1. Shipping

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s