MANAJEMEN DEVIASI

Sebagai bagian dari usaha Transformasi untuk mengurangi biaya perkapalan dan meningkatkan stabilitas supply chain, maka Tim Transformasi Shipping, Ports & Network memperkenalkan konsep Manajemen Deviasi. Manajemen Deviasi adalah salah satu program yang dijalankan untuk melihat efektifitas dan efisiensi supply chain secara keseluruhan.

Tujuan utama dari Manajemen Deviasi adalah untuk melihat supply chain secara keseluruhan dan mengidentifikasi inti permasalahan (root cause) yang mengakibatkan terjadinya deviasi terhadap voyage kapal yang sudah dijadwalkan, baik yang disebabkan oleh Pengolahan, Perkapalan, Pemasaran, S&D, atau ISC, sebagai fungsi yang terkait dalam rantai distribusi Pertamina. Dari identifikasi tersebut, fungsi-fungsi terkait diharapkan dapat mengambil tindakan korektif yang konkret.

Untuk mencapai tujuan tersebut dilakukan tracking/recording untuk meningkatkan performa dari sistem supply chain Pertamina. Saat ini Tim Manajemen Deviasi, bekerja sama dengan ISC, telah melakukan tracking dalam penjadwalan kapal BBM (produk) Central, kapal BBM Region 4A dan kapal crude untuk Kilang Balikpapan. Dalam jangka waktu 8-12 bulan ke depan Manajemen Deviasi diharapkan dapat merambah ke region-region lain di Indonesia.

Adapun proses dalam Manajemen Deviasi untuk (produk BBM) adalah:

  1. Menggunakan Master Program (MPWS) dalam penjadwalan kapal untuk Central dan Region sebagai acuan dalam melakukan tracking/recording plan dan aktual.
  2. Menggunakan nominasi mingguan sebagai update dari MPWS (master program) dalam perubahan penjadwalan kapal secara mingguan.
  3. Membuat pemetaan/mapping antara perencanaan (plan) dan realisasi (aktual)
  4. Menganalisa hasil perencanaan dan aktual berdasarkan input yang diberikan oleh masing-masing PIC yang telah ditentukan. Root cause yang teridentifikasi dikategorikan sebagai berikut:

–      Planning errors

–      Refinery issues

–      Demand issues

–      Vessel performance

–      Infrastructure issues

–      Import issues

  1. Menyimpulkan hasil analisa deviasi dan dikaitkan dengan kondisi di lapangan yang berkaitan dengan permasalahan yang terjadi.
  2. Memasukkan hasil analisa tersebut dalam bentuk pie chart dan gantt chart (vessel view)

Hasil tracking/recording yang dilakukan oleh Tim Manajemen Deviasi dikirimkan melalui:

  1. Harian: melalui email harian kepada working group yang telah ditunjuk dari berbagai macam fungsi terkait dalam rantai distribusi Pertamina (Pengolahan, Perkapalan, Pemasaran, S&D, dan ISC)
  2. Mingguan: melalui email yang dikirimkan kepada seluruh VP dan DD berkaitan mengenai deviasi yang terjadi dalam satu minggu
  3. Rapat dua mingguan: Tim Manajemen Deviasi mengadakan rapat dua mingguan untuk menyimpulkan dan menyepakati hasil tracking deviasi selama dua minggu terakhir. Rapat ini juga bertujuan untuk membahas permasalahan serta input/respon terhadap analisa tracking deviasi dari tim.
  4. Email mingguan kepada:

–      VP dan DD terkait (Pengolahan, Perkapalan, S&D, ISC dan Marketing)

–      DM working group

–      Tim VPD(Vessel Performance Dialogue) Perkapalan

–      OPI Pengolahan (berkenaan dengan inisiatif di lapangan)

(wg)

Tinggalkan komentar

Filed under 3. Network

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s