PENGGUNAAN SCHEDULING TOOL & MASTER PROGRAM WORKSHOP YANG LEBIH BAIK UNTUK “ZERO CRITICAL DEPOTS“

Perencanaan yang efektif guna menjamin tersedianya stok yang mencukupi kebutuhan depot adalah hal yang sangat penting dan menjadi perhatian dalam pendistribusian BBM. Untuk mencapai tujuan itu diadakanlah Master Program Workshop (MPWS), sebuah kegiatan bulanan untuk membuat perencanaan pola jaringan dan distribusi BBM ke seluruh depot Pertamina di Indonesia. Kegiatan ini melibatkan perwakilan dari fungsi-fungsi terkait, seperti Refining Central, Refinery Units, S&D Central, S&D Region, Perkapalan, Tim Transformasi Network dan ISC (Integrated Supply Chain) sebagai leader dari kegiatan ini.

Dalam proses perencanaan ini digunakan program yang disebut Scheduling Tool. Tool ini digunakan untuk mengoptimalkan jaringan dengan mempertimbangkan semua aspek dalam perencanaan distribusi BBM (seperti jumlah kapal, kendala di port, demand forecast, dsb) untuk menjamin keamanan supply dengan biaya yang serendah mungkin.

Dengan adanya Master Program dibantu dengan scheduling tool, perencanaan dapat terlaksana dengan lebih baik sehingga “Zero Critical Depots” dengan biaya seminimal mungkin dapat tercapai.

Ketika dimintai pendapat, semua peserta workshop setuju bahwa Master Program sangat membantu perencanaan pola distribusi. Jika tidak ada Master Program, akan sangat sulit untuk karena berkoordinasi pihak-pihak terkait yang tersebar di seluruh Indonesia. Deputi Direktur Distribusi Bpk. Gusrizal dan Man. S&D Operation & New Ventures Agus Witjaksono juga sependapat dengan para peserta, namun tetap perlu dilakukan pengembangan berkelanjutan terhadap Master Program ini agar lebih akurat, efisien, dan optimal.

Dalam pelaksanaan Master Program Workshop dibutuhkan kerja sama dari semua pihak agar data yang dihasilkan lebih akurat dan perencanaan yang dihasilkan lebih maksimal.

Dengan adanya Master Program dibantu dengan scheduling tool, perencanaan dapat terlaksana dengan lebih baik sehingga “Zero Critical Depots” dengan biaya seminimal mungkin dapat tercapai.

Ketika dimintai pendapat, semua peserta workshop setuju bahwa Master Program sangat membantu perencanaan pola distribusi. Jika tidak ada Master Program, akan sangat sulit untuk karena berkoordinasi pihak-pihak terkait yang tersebar di seluruh Indonesia. Deputi Direktur Distribusi Bpk. Gusrizal dan Man. S&D Operation & New Ventures Agus Witjaksono juga sependapat dengan para peserta, namun tetap perlu dilakukan pengembangan berkelanjutan terhadap Master Program ini agar lebih akurat, efisien, dan optimal. (cr)

5 Komentar

Filed under 3. Network

5 responses to “PENGGUNAAN SCHEDULING TOOL & MASTER PROGRAM WORKSHOP YANG LEBIH BAIK UNTUK “ZERO CRITICAL DEPOTS“

  1. Sebagai anggota chargeback sangat diharapkan sekali scheduling Tools & Master Program dapat diterapkan dengan baik agar bisa dijadikan alat kontrol bisnis transportasi laut.

    Regards

    Sudjatmiko

  2. harris

    Tool yang ditelurkan Mc.Kinsey pada saat master program 2 bulan terakhir tidak dipakai 100 %, karena sudah menggunakan simulasi.

    terima kasih

    • Iya Pak Haris..
      artikel ini memang sudah lama. dibuat pada bulan Agustus 2009.
      Hanya saja artikel ini baru dimasukkan sebagai bahan awal blog ini. Terima kasih atas updatenya🙂

    • anonymous

      Sangat naif McK meng”claim” achievement penurunan jumlah depot kritis (seperti dipampang di board lantai dasar gedung utama) sebagai bukti keberhasilan tim transformasi dengan “tools”-nya 🙂

      Tidak perlu lah kerja keras seluruh pihak di claim menjadi milik satu pihak hanya demi menyenangkan kelompok tertentu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s